Hal-Hal yang Mempengaruhi Besarnya Premi Asuransi Perjalanan

Asuransi termasuk dalam kategori penting dalam hidup. Mengingat kejadian yang kita hadapi di masa yang akan datang tidak pernah kita tahu. Selain asuransi kendaraan, jiwa, dan kesehatan, asuransi perjalanan juga patut dipertimbangkan jika ingin melakukan traveling baik itu sendirian, bersama pasangan, teman, maupun keluarga. Asuransi perjalanan memberikan proteksi yang menjanjikan, di mana jika kita jatuh sakit bisa berobat, kalau barang hilang atau terjadi penundaan pemberangkatan bisa mendapat kompensasi atau ganti rugi. Tentunya tertarik bukan membeli asuransi perjalanan?

premi-asuransi-perjalanan2

Dengan membeli asuransi tersebut, maka perjalanan Anda akan terasa nyaman karena sudah diproteksi terlebih dahulu. Untuk mendapatkan asuransi itu sendiri tentunya Anda harus membeli terlebih dahulu produk asuransi tersebut di perusahaan asuransi. Kewajiban Anda ialah harus membayar premi agar nantinya dapat mengklaim asuransi jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan. Premi adalah sejumlah uang yang harus Anda bayar ke perusahaan asuransi. Lalu, mengapa biaya premi yang dimiliki oleh setiap orang yang melakukan perjalanan relatif berbeda? Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi besarnya biaya premi, di antaranya:

Perusahaan asuransi

Biaya premi asuransi yang dibebankan memang telah berlaku atas ketentuan dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Namun tidak menutup kemungkinan kalau mahalnya premi asuransi karena adanya biaya tambahan, entah dari segi proses pendaftarannya ataupun proses pengajuannya kelak. Oleh karena itu, jika tidak ingin terjebak ke dalam perusahaan asuransi yang menarik dengan harga mahal, ada baiknya lakukan survei terlebih dahulu atas biaya premi yang perusahaan bebankan. Anda bisa membedakan besarnya biaya premi yang dibebankan dari perusahaan satu dengan perusahaan yang lain. Dengan demikian, Anda bisa memiliki perusahaan yang tepat.

Tujuan traveling

Tujuan traveling jelas akan sangat mempengaruhi besarnya biaya premi asuransi. Contohnya kesehatan memburuk sehingga harus dibawa ke rumah sakit. Biaya perawatan di luar negeri dan di dalam negeri tentunya relatif berbeda. Semakin bagus pelayanan, perawatan, dan jauh lokasi rumah sakit yang dituju maka akan semakin mahal pula biayanya. Itulah sebabnya mengapa biaya premi bisa mahal tidak lain karena terkait tempat ujuan traveling. Jika Anda ingin traveling ke luar negeri, pastinya patut menyediakan finansial yang cukup untuk melunasi mahalnya biaya premi.

Lamanya traveling

Waktu juga pasti membuat biaya premi mahal. Sejatinya, bila waktu traveling hanya sebentar tentu resiko kerugian juga semakin kecil. Sementara jika travelingnya lama, tentu resiko kerugian juga akan semakin besar. Bisa jadi kerugian terjadi lebih dari satu kali sehingga bisa membuat perusahaan asuransi menjadi rugi jika memberikan tarif yang sama dengan perjalanan yang singkat. Jadi, jika ingin jalan-jalan dalam waktu yang lama, biaya asuransi perjalanan juga harus disiapkan dengan baik.

Penyakit kronis

Seseorang yang mengidap penyakit kronis dan tidak pastinya memiliki resiko yang berbeda. Penyakit kronis bisa saja kambuh dan mengharuskan nasabah untuk berobat. Sebaliknya dengan nasabah yang tidak mengidap penyakit kronis, mereka bakal mengajukan klaim asuransi jika mendapat kejadian di luar dugaan mereka misal peristiwa yang tidak pernah dialami sebelumnya. Contoh, mereka yang punya penyakit jantung, jika salah makan tentu bisa kumat dan harus segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat penanganan yang tepat. Berbeda halnya dengan mereka  yang tidak punya penyakit jantung, mengkonsumsi sate kambing masih aman-aman saja. Jadi, penyakit kronis juga bisa membuat premi asuransi menjadi mahal meskipun tiga poin di atas aman.

Biaya premi sebetulnya dibebankan sesuai dengan kebutuhan nasabah. Untuk itu, perlu mengetahui hal ini lebih jelas ketika membeli produk asuransi perjalanan di perusahaan asuransi. Sekadar saran, pastikan bahwa persyaratan pengajuan klaim asuransi sudah lengkap supaya klaim asuransi dapat diproses dan diindahkan.

Yang Harus Dilakukan jika Ingin Beli Asuransi Motor

Membeli asuransi motor ialah sebagai salah satu upaya untuk mengalihkan resiko kerugian yang bakal terjadi secara tidak terduga. Misal, terjadi kecelakan kecil yang mengakibatkan motor Anda mengalami kerusakan pada bagian sayap dan depan motor sehingga harus diperbaiki agar dapat digunakan kembali dengan baik. Dalam hal ini, Anda tidak perlu mengeluarkan uang untuk memperbaiki kondisi kendaraan tersebut, Anda tinggal mengajukan klaim ke perusahan asuransi untuk mengalihkan kerugian tersebut. Artinya, dengan adanya asuransi motor, jumlah kerugian yang Anda tanggung bisa Anda palingkan ke perusahaan asuransi yang Anda pilih.

Asuransi Motor

Memiliki asuransi motor sangat menguntungkan, bukan? Terutama bagi Anda yang sering bepergian, memiliki asuransi motor menjadi upaya yang dapat dilakukan untuk menghindari kerugian yang datang secara tidak terduga. Bila Anda tertarik untuk membeli asuransi ini, berikut kiat-kiat yang harus Anda lakukan agar dapat membeli asuransi dengan tepat:

Mengetahui syarat pembelian asuransi dan pengajuan klaim

Ketika Anda telah memastikan perusahaan asuransi mana yang Anda pilih, entah itu Sinar Mas, Aca, Allianz, Adira, Jazindo, dan lain sebagainya, maka Anda wajib mengetahui syarat pembelian asuransi dan juga pengajuan klaim. Pada umumnya syarat pembelian asuransi ialah kartu identitas diri dan kendaraan. Sementara syarat pengajuan klaim adalah polis asuransi, kartu identitas, bukti (foto rusaknya kendaraan), dan surat keterangan dari pihak yang berwajib (bila diperlukan). Penting bagi Anda untuk mengetahui hal ini secara jelas dari pihak asuransi agar nantinya proses pendaftaran dan pengajuan klaim relatif mudah dilakukan. Ingat, apabila persyaratan yang Anda sertakan tidak lengkap, besar kemungkinan pihak asuransi akan menunda proses pendaftaran dan juga menolak pengajuan klaim sehingga Anda tidak dapat mengalihkan kerugian yang Anda alami. Oleh karena itu, pastikan Anda memahami dengan baik persyaratan yang diminta oleh perusahaan baik itu pendaftaran maupun pengajuan klaim agar hal tersebut dapat diproses dengan lancar.

Mengecek rekanan bengkel

Rekanan bengkel juga tidak boleh diabaikan karena akan mempermudah Anda ketika menjangkau lokasi untuk melakukan pengajuan klaim. Misal, rekanan bengkel letaknya berada di daerah yang relatif jauh dari tempat tinggal Anda sehingga membutuhkan waktu berjam-jam untuk menjangkaunya. Apabila Anda mengajukan klaim di luar prosedur yakni lebih dari 3×24 jam, bukan tidak mungkin pengajuan klaim asuransi Anda akan ditolak. Untuk itu, perlu mengecek terlebih dahulu rekanan bengkel perusahaan salah satunya melalui website atau situs resmi perusahaan. Peru Anda ketahui, salah satu ciri daripada perusahaan asuransi yang telah terkemuka ialah memiliki rekanan bengkel dalam jumlah yang maksimal sehingga memudahkan para nasabahnya untuk melakukan pengajuan klaim. So, pastikan Anda mengecek rekanan bengkel dengan baik.

Memastikan tarif premi sesuai

Dalam sebuah asuransi dikenal dengan adanya premi. Premi adalah suatu bayaran yang wajib dilunasi oleh para nasabah agar pengajuan klaim nantinya dapat diproses dengan baik. Besar dan kecilnya tarif premi yang Anda tanggung pada umumnya akan disesuaikan dengan harga motor dan jenis perlindungan yang Anda ambil (all risk yakni perlindungan secara menyeluruh atau Total Lost Only yaitu hanya perlindungan yang diberikan apabila motor mengalami kerusakan cukup parah biasanya di atas 75%. Namun, yang perlu Anda catat dalam hal ini adalah biaya premi yang Anda bayar tidak membuat keuangan Anca kacau. Artinya, biaya premi yang Anda tanggung tidak membuat kebutuhan pokok yang lain menjadi tertunda, entah itu biaya makan, pendidikan anak, cicilan rumah, furniture, listrik, ataupun air.

Membeli asuransi menjadi salah satu cara tepat yang dapat dilakukan untuk dapat mengalihkan kerugian dari hal-hal yang tidak diinginkan. Untuk itu, jika keuangan Anda memungkinkan segera miliki asuransi ini karena pengajuan klaim baru bisa diproses setelah pembelian asuransi berjalan kurang lebih selama 3 tahun (sesuai dengan prosedur dan kebijakan perusahaan).